Dewasa ini sering kali kita melihat banyaknya warga yang merokok sembarangan di tempat-tempat umum seperti rumah makan, taman rekreasi, pinggir jalan, dan lain-lain. Oleh sebab itu, merokok sangat berbahaya sekali bagi kesehatan masing-masing orang. Bahkan tidak hanya orang dewasa, melainkan anak-anak dan pelajar juga sekarang bebas berkeliaran merokok di tempat umum.

Menurut penuturan Wahyudi, salah seorang pedagang kaki lima di pasar pagi Kotabumi, mengatakan awalnya ia menghisap rokok saat duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Waktu itu, ia hanya ingin mencoba-coba saja sebatang rokok yang ditawarkan rekan sebayanya. ’’Karena semakin keseringan, lama-kelamaan membuat saya ketagihan ingin terus-menerus menghisap asap rokok tersebut. Setelah hampir 3 tahun merokok aktif, saya mulai merasakan sakit pada bagian dada saat menghirup udara segar. Karena tidak dapat ditahan lagi rasa sakit itu, saya ke rumah sakit untuk memeriksa apa penyebab rasa sakit tersebut. Setelah diperiksa dan dilakukan rontgen oleh dokter spesialis penyakit dalam, ternyata saya mengalami gangguan sesak nafas pada rongga paru-paru yang terdapat bintik-bintik hitam yang di sinyalir candu rokok,’’ tutur Wahyudi.

Lebih lanjut Wahyudi menambahkan, setelah hampir dua minggu menjalani perawatan di rumah sakit, dokter pun menyarankan kepadanya agar tidak merokok lagi. Apabila diteruskan merokok, akan berakibat terkena penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Sehingga akan mudah terserang penyakit Tuber Collosis (TBC), dan batuk-batuk berdahak. Sejak dinasehati dan di peringati dokter, akhirnya ia berhenti merokok. ’’Saya berharap kepada warga yang merokok aktif, agar dapat mengatur pengontrolan merokok dan harus dapat mempertimbangkan aspek positif dan negatif dari rokok tersebut,’’ tegasnya.

Ditemui terpisah, Minah warga Desa Kebun Empat, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Kotabumi Selatan, mengatakan dirinya sangat kesal dan gerah bila naik mobil angkot ada seseorang di sebelahnya yang merokok. Karena asap yang di keluarkan perokok tersebut, membuat bau tak sedap di hidung dan membuat orang-orang disekitar tempat duduknya menjadi tidak nyaman. ’’Kepada para perokok aktif, tolong jangan merokok sembarang di tempat-tempat umum. Karena asap rokok yang dikeluarkan tersebut, membuat orang-orang yang tidak merokok khususnya wanita menjadi ikut-ikutan terkena dampak buruk dari asap rokok itu,’’ harapnya.

Ketua Gerakan Pemuda Sehat (GPS) Lampura, Apriyadi menjelaskan bahwa merokok bisa menyebabkan berbagai macam penyakit. Diantaranya, serangan penyakit jantung. Sebab, candu rokok yang masuk ke dalam serta dibawa langsung oleh pembuluh darah menuju jantung akan di proses secara alamiah oleh organ tubuh tersebut. Bila dilakukan terus-menerus, akan menyebabkan kadar kekentalan darah menjadi meningkat. ’’Tidak menutup kemungkinan, akan mempersempit saluran darah dalam jantung. Sehingga, bisa menyebabkan seseorang meninggal dunia. Selain itu, dapat menyebabkan gangguan penyakit pada paru-paru. Karena ketika asap yang di hirup perokok, candu rokok masuk melalui saluran paru-paru, dan dapat mengakibatkan penyumbatan udara di saringan udara pada paru-paru, akhirnya mengakibatkan penyakit TBC dan ISPA,’’ jelasnya.

Ditambahkan Apriyadi, tidak hanya itu saja penyakit yang diderita. Merokok juga dapat menyebabkan penyakit yang lain, seperti kanker, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin. ’’Saya berharap adanya perhatian khusus dari pemerintah daerah melalui dinas kesehatan, agar dapat mensosialisasikan kepada warga akan bahaya merokok. Sebab, asap rokok dapat menimbulkan penyakit-penyakit baru lainnya. Selanjutnya, diharapkan kepada masyarakat khususnya Lampura, agar tidak merokok di tempat-tempat umum. Karena asap rokok tersebut, dapat merugikan kesehatan diri sendiri (perokok aktif), serta orang lain (perokok pasif) yang sedang berada di area umum tersebut,’’ pungkasnya.