Farmakologi kardiovaskuler adalah obat yang digunakan pada terapi penyakit jantung(angina pektoris).Dimana sering disebut dengan obat antiangina.
Yang perlu diketahui terlebih dahulu dalam mengatasi gagal jantung,hipertensi,penyakit jantung iskhemik,insufisiensi mitral atau aorta dan kardiomiopati adalah vasodilator(obat antiangina)yang dapat meringankan vasokontriksi atau penyempitan pembuluh darah yang sering menyebabkan terjadinya penyempitan pada pembuluh darah kita dengan cara melebarkan pembuluh darah sehingga darah yang berjalan menuju jaringan tubuh akan lebih lancar.

Ada 3 macam angina pektoris :
1. Angina pektoris Klasik (Angina Stabil Kronik)
Terjadi karena adanya sumbatan anatomik berupa aterosklerosis koroner sehingga aliran darah koroner tidak dapat memenuhi kebutuhan jantung yang meningkat. Jenis ini yang paling umum ditemukan pada jenis angina pektoris.
2. Angina Varian (Angina Prinzmetal)
Terjadi karena vasospasme koroner dan timbul sewaktu istirahat yang mengakibatkan berkurangnya suplai oksigen pada jaringan jantung.
3. Angina Tidak Stabil
yaitu ditandainya dengan meningkatnya frekuensi dan lamanya serangan angina.

Tujuan pemberian obat antiangina :
1. Mengatasi atau mencegah serangan akut angina pektoris. 2. Pencegahan jangka panjang serangan angina.

Ada 3 kelompok obat Antiangina :
1. Nitrat Organik
Contoh : Nitrogliserin,Isosorbit Dinitrat
2. Beta Blocker
Contoh : Asebutolol,Atenolol,Metroprolol,Bisoprolol
3. Antagonis Kalsium
Obat ini ada 5 golongan yaitu :
1.Dihidropiridin
obatnya yaitu Nifedipin,Nikardipin,Felodipin,Amlodipin.
2.Difenilalkilamin
obatnya yaitu Verafamil,Galopamil,Tiapamil.
3.Benzotiazepin
obatnya yaitu Diltiazem
4.Piperazin
obatnya yaitu Sinarizin, Flunarizin
5.lainnya yaitu Prenilamin dan Perheksilin

Penjelasan tentang golongan obat diatas
1.Nitrogliserin
Indikasi utamanya adalah pada angina pektoris. Pilihan pertama untuk ekserbasi akut ginjal, gagal jantung pada pederita penyakit jantung koroner berat dan pada mereka yang tekanan pengisian sangat tinggi tetapi tekanan arteriol rendah.

2.Isosorbid Dinitrat
Efek utamanya menyebabkan relaksasi otot polos vaskular sehingga menghasilkan efek vasodilatasi pada arteri dan vena perifer, dengan efek yang lebih dominan pada sistem vena. Dalam dosis terapi akan menurunkan tekanan sistolik, diastolik dan tekanan darah arteri rata – rata, terutama pada posisi tegak.

3.Nifedipin
Merupakan antagonis kalsium yang bekerja utama dengan menghambat masuknya ion kalsium ke dalam sel.
Nifedipin adalah antagonis kalsium yang paling kuat dalam menimbulkan vasodilatasi arteriol perifer sehingga menyebabkan penurunan tekanan darah dan resistensi perifer.

Nifedipin digunakan sebagai obat pilihan pertama untuk pengobatan jangka panjang pada angina stabil kronik.
Nifedipin menjadi obat pilihan bila:
Penderita juga mendapatpengobatan dengan penyekat adrenoseptor beta.
Penderita dengan gangguan fungsi jantung, nodus SA.
Penderita angina dengan hipertensi yang gawat.

Nifedipin di eliminasi di hati.
Efek Samping :
– Nyeri kepala
– Pusing
– Muka merah
– Udem perifer hipotensi
– Takikardia
Nifedipin ini antagonis kalsium yang paling aman untuk penderita gagal jantung karena tidak mempunyai efek inotropik negatif.
Nama dagang :
– Generik : Nifedipine
– Sanbe : Nifedin
– Bayer : Adalat
– Kimia Farma : Cordalat
– Kalbe Farma : Vasdalat

Efek Samping :
– Sakit kepala (paling sering)
– Hipotensi
– Rasa lemah
– Ruam Kulit atau dermatitis eksfoliativa (kadang – kadang)

Nama dagang obat:
– Generik : Isosorbid Dinitrat
– Darya varia : Cedocard
– Fahrenheit : Monecto, Farsorbid
– Pharos Ind. : Isorbid

Yang terakhir adalah Papaverin
Merupakan obat antasida dan spasmodikum.
Nama dagang :
– Decamag
– gastromag
– Sanmag Tablet
– Spalmal